Jumat, 25 Juni 2010

PENGENALAN MIKROKONTROLLER KELUARGA MCS51 (AT89s52)

Mikrokontroller (sering disebut MCU) adalah sistem mikroprosesor lengkap yang terkandung dalam sebuah chip. Perbedaan mendasar antara mikrokontroller dengan mikroprosesor adalah mikroprosesor terdiri dari 3 bagian – ALU, Control Unit dan register (seperti memori) sedangkan mikrokontroller memiliki elemen tambahan seperti ROM, RAM dan lain sebagainya.

Pada saat sekarang ini, mayoritas suatu sistem komputer merupakan bagian dari berbagai peralatan atau banyak digunakan pada berbagai peralatan, seperti pada kendaraan, mesin-mesin pabrik, telepon, dan lain sebagainya. Sistem tersebut selalu memerlukan persyaratan minimal untuk memori dan panjang programnya serta input output yang sederhana.

Sistem mikrokontroller seperti ini lebih banyak digunakan dalam pekerjaan sederhana untuk mengendalikan motor elektrik, rele, saklar, variabel resistor atau peralatan elektronik lainnya. Satu-satunya peralatan input output yang biasa terdapat pada sebuah mikrokontroller hanya sebuah LED, bahkan penggunaan LED ini dapat dihilangkan bila dinilai tidak berguna.

Berlawanan dengan CPU, mikontroller tidak selalu memerlukan sebuah memori eksternal karena suatu memori internal seperti RAM sudah terdapat pada mikrokontroller. Karena mikrokontroller hanya memerlukan lebih sedikit pin, maka ukuran chip dari mikrokontroller ini dapat lebih kecil dan tentunya lebih murah dibandingkan mikroprosesor.

Biasanya, pabrik-pabrik pembuat mikrokontroller selalu memproduksi mikrokontroller dalam versi-versi khusus dan memiliki fungsi tertentu pula. Tujuan dari pembuatan mikrokontroller seperti ini adalah untuk meningkatkan kinerja atau pengembangan hardware maupun software. Sebagai contoh, ada mikrokontroller yang memiliki EPROM dimana memori program pada mikrokontroller ini dapat dihapus dengan sinar ultra violet, dan dapat ditulis kembali dengan program yang lain. Versi lainnya seperti mikrokontroller yang memiliki ROM sebagai peralatan eksternalnya, bukan sebagai peralatan internal.

Pada awalnya, mikrokontroller hanya dapat diprogram dengan menggunakan bahasa assembly, atau dalam kode C. Kemudian perkembangan mikrokontroller selanjutnya memungkinkan programer menggunakan debugger untuk memperbaiki pemrograman yang terdapat dalam mikrokontroller. Beberapa mikrokontroller mulai dapat diprogram dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi sehingga memudahkan dalam penggunaannya.

klik disni untuk download materi lengkapnya:
Praktikum Mikrokontroler MCS51

1 komentar:

Hallo, Hallo!!!
Silakan tinggalkan jejak anda disini.

Terima Kasih!!! Salam Kenal, AndiSu.